SETTING BIOS
Cara Melakukan Setting BIOS
BIOS adalah bagian paling awal dalam hal melakukan konfigurasi sistem komputer. Penting sekali melakukan setting/setup/konfigurasi BIOS, sebab dengan konfigurasi yang benar, komputer akan dapat mengenali setiap device (hardware) yang terhubung ke mainboard. Juga dengan melakukan setting konfigurasi BIOS secara benar, akan meningkatkan kinerja komputer menjadi lebih baik.
Jika setting BIOS tidak benar, kemungkinan komputer tidak akan mengenali device (hardware) yang tepasang, atau malah tidak bisa start sama sekali. Bagaimana masuk ke area BIOS,
Jika setting BIOS tidak benar, kemungkinan komputer tidak akan mengenali device (hardware) yang tepasang, atau malah tidak bisa start sama sekali. Bagaimana masuk ke area BIOS,
*FUNGSI BIOS
Berikut ini adalah beberapa fungsi utama dari BIOS:
- Mengenali semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.
- Inisialisasi (Penyalaan), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang (Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)
- Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.
- Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
- Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
*Langkah-langkah untuk pengaturan/setting BIOS:
1. Hidupkan komputer atau laptop.
2. Saat Laptop atau komputer melakukan proses booting;
3. Untuk Masuk ke BIOS segera menekan tombol Delete atau F1, F2, F8, F9 (pilih salah satu) atau sesuaikan dengan merk Komputer/Laptop masing-masing.
Contoh cara masuk bios pada gambar di bawah, tekan f1 atau ikuti perintah yang ada di layar.
F1 untuk Masuk Menu Bios
4. Jika kita menekan tombol yang benar, maka kita akan masuk ke menu BIOS.
Tekan tombol Arah di keyboard untuk memilih menu
5. Setelah memasuki BIOS disana ada banyak Menu yang tersedia, untuk berpindah dari menu yang satu ke menu yang lainnya gunakan tanda Panah Kiri, Kanan, Atas, Bawah. Untuk memilih menu tekan Enter, dan tekan Esc untuk membatalkan atau kembali.
6. Jika proses installasi sistem operasi akan menggunakan flashdisk, maka di menu Advanced pilih opsi PCI Configuration lalu tekan [Enter]. Agar slot USB bisa berfungsi, set opsi USB Function menjadi Enabled.
7. Selanjutnya buka menu Boot.
Pilih Menu Boot
8. Untuk Penginstalan sistem operasi yang akan dilakukan, ubah terlebih dahulu pengaturan boot. Disana ada beberapa pilihan boot. Untuk 1st boot device jika Installasi akan menggunakan CD, maka set CDROM sebagai 1st boot device nya, jika akan melakukan penginstalan dari Flash Disk ganti 1st boot device dengan flash disk/flash drive
9. Kemudian di 2nd Boot Device pilih Hard Drive atau hard disk. Dan 3rd Boot Device cukup di Disabled
10. Fungsi dari setting di Menu Boot tersebut adalah agar setiap kali booting laptop atau komputer akan mencari atau membaca adanya sistem operasi dari 1st boot device samapi 3rd boot device secara berurutan.
Simpan Pengaturan Bios
11. Setelah pengaturan boot sudah disesuaikan, tekan F10 untuk menyimpan pengaturan dan keluar dari Menu Bios atau bisa juga tekan Esc dan, dan pilih save.
12. Selanjutnya komputer akan restart dan anda bisa memulai untuk Installasi Sistem Operasi.
Itulah pengertian dari Bios dan cara pengaturan Bios. Semoga bisa membantu sahabat-sahabat yang membutuhkan.
Semoga bermanfaat...!!!





Komentar
Posting Komentar